Diterbitkan pada tanggal 30 Januari 2026
JAKARTA – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi Tenaga Kependidikan (Tendik) di lingkungan Perguruan Tinggi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Sumber Daya menyelenggarakan sosialisasi Rencana Anggaran Belanja Perjalanan Dinas Peserta Workshop-Benchmarking Tendik Berdampak Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Kamis (29/01) ini menjadi langkah awal persiapan teknis sebelum para peserta diberangkatkan ke berbagai instansi mitra kementerian. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan praktis serta adopsi tata kelola terbaik (best practices) melalui skema benchmarking.
Pelaksanaan Workshop di Mitra Kementerian
Puncak dari rangkaian program ini adalah pelaksanaan workshop lapangan yang dijadwalkan berlangsung pada:
Tanggal: 6 – 10 April 2026
Lokasi: Masing-masing mitra kementerian yang telah ditetapkan.
Selama lima hari tersebut, para peserta akan terlibat langsung dalam diskusi panel, observasi lapangan, dan sesi berbagi pengalaman dengan para praktisi di kementerian mitra. Fokus utama kegiatan ini adalah untuk mentransformasi etos kerja dan inovasi pelayanan di institusi asal masing masing peserta.
Mendorong Dampak Nyata
Direktorat Sumber Daya menekankan bahwa anggaran yang dialokasikan dalam tahun 2026 ini harus dikelola dengan akuntabel dan transparan. Program “Tendik Berdampak” bukan sekadar perjalanan dinas biasa, melainkan investasi strategis pemerintah untuk memastikan Tendik memiliki daya saing global dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
Ketiga personel tersebut adalah:
1. Ah. Rizal Fauzi, S.Pd. (Staff BAUKKSP)
2. Yusi Rachmawati, S. Ak. (Staff BAUKKSP)
3. Mariyanti Nur Sa’Idah, S.Pi. (Staff TU FAI)
Program benchmarking ini diselenggarakan secara kolaboratif di tiga perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, yakni Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Padjadjaran (UNPAD), dan IPB University.
Dengan adanya workshop ini, diharapkan terjadi sinergi yang lebih kuat antara perguruan tinggi dan kementerian terkait, serta lahirnya inovasiinovasi baru dalam manajemen pendidikan yang lebih efisien dan berdampak luas.
